<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Angsana New”; panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:16777219 0 0 0 65537 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Angsana New”; mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1 {size:595.45pt 841.7pt; margin:62.9pt 55.45pt 56.9pt 54.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
“Main Kucing” dengan Satpol PP, Aktivitas PSK Gang Tikus Dimalam Hari
Meskipun Satpol PP Samarinda sedang gencar-gencarnya melakukan perang melawan pekerja seks komersil (PSK) di wilayah Samarinda, tetapi wanita penjaja kenikmatan sesaat seperti memandang sebelah mata saja.
SIAPA yang tak kenal dengan Gang Tikus di Jl Mulawarman, Samarinda Utara. Gang yang tak memiliki penerangan itu merupakan satu dari sekian lokasi berkumpulnya PSK di malam hari yang menjanjikan kenikmatan sesaat bagi pria hidung belang dengan imbalan uang.
Saat media ini mendatangi tempat tersebut, lirikan genit dan tawaran kenikmatan sesaat dari “kupu-kupu malam” gencar dilakukan. Bahkan setiap pria yang melintasi jalan utama maupun maupun yang melintasi gang sempit berukuran 1,5 meter tersebut, juga mendapat tawaran.
Meskipun umur wanita penjaja kenikmatan tersebut rata-rata berumur 30-45 tahun, tetapi ada saja pria yang menggunakan jasa mereka. “Biasanya yang menggunakan mereka itu orang-orang yang sedang mabuk atau orang luar Samarinda yang nggak paham dengan kehidupan malam di sini (Samarinda, Red.) Mas,” tutur seorang tukang ojek yang biasa mangkal di Kompleks Pinang Babaris dan meminta namanya tak disebutkan.
Saat media ini mencoba berbincang dengan dua PSK yang mangkal di depan Gang Tikus, mereka menyebutkan selalu bermain kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP yang akhir-akhir ini sering mengadakan razia.
Bahkan seorang PSK mengatakan membawa baju ganti sebagai kamuflase jika Satpol PP mengadakan razia secara mendadak. Baju tersebut ditaruh di beberapa rumput yang tumbuh tinggi di dalam gang maupun di beberapa tempat tersembunyi dan disimpan rapi di dalam plastic yang telah mereka siapkan. “Daripada ketangkap petugas (Satpol PP, Red.) mending bawa ganti baju biar petugas nggak curiga,” tutur Dw (35), seorang PSK yang ditemui media ini.
Bahkan saat media ini mendekati gang tersebut, segera saja Sus (45) mendekat. Obrolan diawali Sus dengan meminta rokok ke media ini. Tak butuh waktu lama, Sus segera menawari media ini “bermain” di dalam gang tikus dengan kompensasi sejumlah uang yang kecil.
Dia mengaku masih melakukan aktivitas tersebut karena terhimpit kebutuhan ekonomi keluarganya. Apalagi dia telah memiliki empat anak, sedangkan suaminya meninggalkannya bersama keempat anaknya. “Umur saya ini sudah nggak muda lagi, sedangkan kebutuhan ekonomi sangat besar dengan empat anak. Saya sudah cari kerjaan lain, tetapi hasilnya nggak mencukupi kebutuhan hidup kami,” katanya.
Karena itulah, mereka memberanikan diri bermain kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP yang akhir-akhir ini sering melakukan razia di Gang tempat mereka mencari nafkah. Meskipun petugas Satpol PP telah memasang papan peringatan di depan Gang dan membongkar gubuk-gubuk di dalam Gang, tetapi hal itu dianggap PSK Gang Tikus sebagai kegiatan rutin yang tak terlalu dianggap mengganggu aktivitas mereka. (akbar ciptanto)

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini