st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Angsana New”; panose-1:2 2 6 3 5 4 5 2 3 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:16777219 0 0 0 65537 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Angsana New”; mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1 {size:595.45pt 841.7pt; margin:80.9pt 3.0cm 56.9pt 113.75pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
Menengok Makan Sahur di Rutan Samarinda
Aktivitas Rumah Tahanan (Rutan) Klas II A Samarinda sebelum dan selama melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan boleh dibilang sangat berbeda jauh, apalagi malam hari menjelang makan sahur.
JIKA sebelum Ramadan, sebagian besar tahanan dan narapidana lebih banyak dimanfaatkan untuk beristirahat, tetapi di bulan yang penuh berkah ini, mereka memanfaatkan semaksimal mungkin dengan memohon ampunan dengan tekun melaksanakan ibadah.
Perbedaan lain yang paling mencolok, yakni kesibukan lima koki di dapur umum untuk menyiapkan makan sahur bagi 576 tahanan dan narapidana yang berada di rutan Samarinda.
Kesibukan para koki yang juga penghuni rutan Samarinda telah terliat sejak pukul 20.00 Wita. Bekerja di ruangan berukuran 8×8 meter, dengan tiga buah tungku yang digunakan masing-masing untuk memasak air, nasi dan sayur.
Yang cukup mengagetkan, dandang yang digunakan untuk memasak air dan nasi memiliki diameter 1,35 meter dengan tinggi 1,5 meter. Sedangkan wajan yang digunakan untuk memasak sayur pun memiliki diameter melebihi 1 meter.
“Makanya untuk makan sahur, kami sudah start sejak pukul 20.00 Wita, karena waktu yang digunakan untuk memanaskan air cukup memakan waktu. Belum lagi untuk memasak nasinya. Bayangkan aja Mas, jumlah penghuni di sini sudah lebih 500 orang,” tutur Kepala Koki rutan Samarinda yang meminta namanya tak dikorankan.
Namun dirinya bersama keempat koki lainnya sangat iklas melakukan kegiatan tersebut karena turut membantu penghuni rutan untuk menyiapkan makan sahur. “Walaupun tugas memasak ini sudah menjadi tugas kami, namun rasanya sangat berbeda dengan membuat masakan di bulan Ramadan ini. Kayanya lebih banyak berkah dan hikmahnya,” ucapnya lebih lanjut.
Berdasarkan pantauan Kaltim Post, aktivitas memasak sahur membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Karena itu, sekitar pukul 02.00 Wita, para koki telah berkeliling untuk membagikan makanan ke sel penghuni rutan.
Wartawan media ini pun baru sadar kalau makan sahur bagi penghuni rutan bukan dilakukan di ruangan makan atau di lapangan secara bersama-sama, melainkan makan diruang sel masing-masing. Jadi kepala koki dan koki lah yang akan membagikan makanan tersebut kepada para penghuni rutan.
“Kami mempersilakan penghuni untuk makan sahur langsung atau menunggu dekat imsak. Kami tidak mengumpulkan mereka di satu ruangan yakni untuk menghindarkan resiko kedepan karena jumlah mereka yang sangat besar, sedangkan jumlah petugas bisa dihitung,” tutur Kepala Rutan Samarinda Priyo.
Patut disyukuri, ternyata kerja keras meraka sebanding dengan hasil yang diperoleh, yakni sekitar 98 persen penghuni rutan mengaku puasa, sedangkan sisanya adalah umat non muslim yang memang tidak memiliki kewajiban untuk berpuasa.
“Kami bersyukur jika keringat kami untuk mempersiapkan makan sahur bagi teman sesama penghuni, berimbas pada jumlah penghuni yang berpuasa,” tukas kepala koki rutan. (akbar ciptanto)

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini